Tuesday, 11 July 2017

Teori Tentang Kedisiplinan Belajar Forex


Pengertian Kedisiplinan Belajar Arti disiplin bila dilihat dari segi bahasanya adalah latihan ingatan dan watak untuk menciptakan pengawasan (kontrol diri), atau kebiasaan mematuhi ketentuan dan perintah. Jadi arti disiplin secara lengkap adalah kesadaran untuk melakukan sesuatu pekerjaan dengan tertib dan teratur sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku dengan penuh tanggung jawab tampa paksaan dari siapa pun (Asy Mas8217udi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Yogyakarta: PT Tiga Serangkai, 2000), h 88.). Disiplin adalah kepatuhan terhadap peraturan atau tunduk pada pengawasan atau pengendalian Kedir Disziplin Yang Bertujuan Mengembangkan Watak Agar Dapat Mengendalikan Diri, Agar Berprilaku Tertib dan efisien8221 (Kadir, Penuntun Belajar PPKN (Bandung: Pen Ganeca Exact, 1994), h. 80). Sedangkan disiplin menurut Djamarah adalah Suatu tata tertib yang dapat mengatur tatanan kehidupan pridadi dan kelompok8221 (Djamarah, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru (Surabaya: Usaha Nasional, 2002), h. 12). Kedisiplinan mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan pendidikan Berkualitas atau tidaknya belajar siswa sangat dipengaruhi oleh paktor yang paling pokok yaitu kedispilan Dämpfen paktor lingkungan, baik keluarga, sekolah, kedisiplinan setra bakat siswa itu sendiri. Adapun ahli lain bertendapat tentang pengertian disiplin adalah sebagai berikut: Kreasi dan persiapan kondisi pokok untuk bekerja Kontrol diri sendiri Melatih dan belajar tingkah laku yang dapat diterima Sejumlah pengontrolan guru terhadap murid b. Disziplin Guru yaitu Penuturan terhadap sesuatu peraturan dengan kesadaran sendiri untuk tercapainya tujuan peraturan itu (Subari, Supervisi Pendidikan (Dalam Rangka Perbaikan Situasi Belajar) (Jakarta: Bina Aksara, 1994), h. 163.). Dari beberapa definisi di atas dapat dipahami bahwa disziplin mengandung arti adanya kesediaan untuk mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku Kepatuhan disini bukan hanya karena adanya tekanan-tekanan dari luar, melainkan kepatuhan yang didasari oleh adanya kesadaran tentang nilai dan pentingnya peraturan-peraturan. Kondisi yang dinamis, tertib dan aman adalah merupakan pencerminan dari kedisiplinan atau kehadiran dan kepatuhan, biak itu disziplin kepala sekolah, guru maupun siswa yang didasari oleh kesadaran dalam menjalankan dan melaksanakan peraturan. Adapun macam disiplin berdasarkan ruck ligkup berlakunya ketentuan atau peraturan yang harus dipatuhi, dapat dibedakan sebagai berikut: 1) Disziplin diri Disziplin diri (disziplin pribadi atau swadisiplin), yaitu apabila peraturan-peraturan atau ketentuan-ketentuan itu hanya berlaku bagi diri seseorang. Misalnya, Disziplin Belajar. Disiplin bekerja, dan disziplin beribadah 2) Disziplin sosial disiplin sosial adalah apabila ketentuan-ketentuan atau peraturan-peraturan itu harus dipatuhi oleh orang banyak atau masarakat. Misalnya, Disziplin Lalu Lintas, Dan Disziplin Menghadiri Rapat. 3) Disziplin nasional Disziplin nasional adalah apabila peraturan-peraturan atau ketentuan-ketentuan itu merupakan tata laku bangsa atau norma kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus dipatuhi oleh seluruh rakyat. Misalnya, Disziplin Membran-Pajak Dan Disziplin Mengikuti Upacara Bendera (Asy Mas8217udi, Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan (Yogyakarta: PT Tiga Serangkai, 2000), h. 88-89.). Adapun yang dimaksud dengan kedisiplinan siswa dalam penelitian ini adalah keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran di kelas dan kaitannya dengan prestasi belajar b. Bentuk-Bentuk Kedisiplinan Belajar Siswa 1) Disziplin siswa dalam menentukan dan menggunakan cara atau strategi belajar Keberhasilan siswa dalam studinya dipengaruhi oleh cara belajarnya. Siswa yang memiliki cara belajar yang efektip memungkinkan untuk mencapai hasil atau prestasi yang lebih tinggi dari pada siswa yang tidak mempunyai cara belajar yang efektip. Untuk belajar secara efektip dan efisien diperlukan kesadaran dan disziplin tinggi setiap siswa. Belajar secara efektip dan efisien dapat dilakukan oleh siswa yang berdisiplin Siswa yang memiliki disziplin dalam belajarnya akan berusaha mengatur dan menggunakan strategi dan cara belajar yang tepat baginya. Jadi langkah pertama yang perlu dimiliki agar dapat belajar secara efektip dan efisien adalah kesadaran atas tanggung jawab pribadi dan keyakinan bahwa belajar adalah untuk kepentingan diri sendiri, dilakukan sendiri dan tidak menggantungkan nasib pada orang lain. (In der Nähe von Tarsito, 2005), die in der Lage ist, in der Lage zu sein, in der Lage zu sein, zu reisen, H. 1.). Selain memiliki strategi belajar siswa yang tepat, siswa juga perlu memperhatikan metode atau cara yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam belajarnya. Seperti Yang Kita Ketahui Belajar Bertujuan Untuk Mendapat Pengetahuan, Sikap, Kecakapan Dan Keterampilan. Cara yang demikian itu jika dilakukan dengan penuh kesadaran dan disiplin tinggi maka akan menjadi suatu kebiasaan, dan kebiasaan dalam belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar. Uraian tersebut sejalan dengan pendapat Slameto Yang Mengatakan Bahwa. 8221 kebiasan belajar mempengaruhi belajar antara lain dalam hal pembuatan jadwal belajar dan pelaksanaannya, membaca dan membuat catatan, mengulagi pelajaran konsentrasi serta dalam mengerjakan tugas8221 (Slameto, Belajar Dan Faktor-Fakto ryang Mempengaruhinya (Jakarta: Rineka Cipta, 1995), h. 82. ). Demikianlah cara-cara belajar yang perlu diperhatikan oleh setiap siswa, karena dengan memiliki cara belajar yang baik akan membantu siswa dalam mencapai prestasi yang tinggi, Dan cara tersebut dapat dilaksanakan dengan baik secara teratur setiap hari, apabila siswa memiliki sikap disiplin. Jadi siswa yang pada dirinya tertanam sikap disziplin akan selalu mencari dan menentukan cara belajar yang tepat baginya. 2) Disziplin terhadap pemanfaatan waktu a) Cara mengatur waktu belajar. Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh pelajar atau siswa adalah banyak pelajar atau siswa yang mengeluh kekuragan waktu untuk belajarnya, tetapi mereka sebenarnya kurang memiliki keteraturan dan disziplin untuk mempergunakan waktu secara efisien. Banyak waktu yang terbuang-buang disebabkan karna mengobrol omongan-omongan yang tidak habis-habisn. Sikap Yang Demikian Itu Harus Ditinggalkan Oleh Siswa Karena Yang Demikian Itu Tidak Bermanfaat Baginya. Keterampilan mengatur waktu merupakan suatu keterampilan yang sangat penting, bahkan ada ahli keterampilan studi yang berpendapat bahwa 8221keterampilan mengelola waktu dan menggunakan waktu secara efisien merupakan hal yang terpenting dalam masa studi maupun seluruh kehidupan siswa8221 (Die Liang Gie, Cara Belajar Yang Efisien (Yogyakarta: liberti Yogyakarta, 1995), h. 167.). Hal ini ditegaskan oleh Harry Shaw sebagai berikut. 8221Learning to use Zeit ist eine wertvolle Fähigkeit, eine, die Dividenden spielen wird nicht nur im Studium, sondern durch das ganze Leben. In der Tat, die Fähigkeit, Zeit effizient nutzen kann auch eine der wichtigsten Errungenschaften Ihres gesamten Lebens sein. (Südejägerin, kemampuan menggunakan waktu secaara efisien dapat merupakan salah satu prestasi yang terpenting dari seluruh hidup anda) (Ibid h. 167 ). Tidak dapat dipungkiri bahwa orang-orang yang berhasil mencapai kesuksesan dalam hidupnya adalah orang-orang yang hidup teratur dan berdisiplin memanfaatkan waktunya. Dalam ajaran islam disiplin dalam pemanfaatan waktu sangat dianjurkan, disziplin bukan hanya dalam pemanfaatan waktu belajar saja, tetapi disziplin perlu juga dilakukan oleh setiap orang dalam setiap waktu dan kesempatan. Dalam belajar pemanfaatan waktu secara baik dan dikerjakan dengan baik dan tepat waktu adalah merupakan hal yang terpuji. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa penggunaan atau pamanfaatan waktu dangan baik menumbuhkan disziplin dalam mempergunakan waktu secara efisien. B) Pengelompokan waktu Banyak siswa yang belajarnya kurang dapat memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya karena tidak membagi-bagi waktunya untuk macam-macam keperluan, oleh karna itu, berbagai segi dan teknik untuk mengatur pemakaian waktu perlu dipahami sebagai langkah untuk mengembangkan keterampilan mengelola waktu studi. Beberapa pedoman pokok yang perlu dipahami dan kemudian diterapkan olah siswa adalah sebagai berikut: Kelompokkanlah waktu sehari-hari untuk keperluan studi, makan, mandi, olah raga, dan urusan-urusan pribadi atau sosial Selidiki dan tentukanlah waktu yang tersedia untuk studisetiap hari. Setelah mengetahui waktu yang tersedia, setiap siswa handaknya merencanakan penggunaan waktu itu dengan jalan menetapkan macam-macam mata pelajaran berikut urutan-urutannya yang harus dipelajari setiap hari. Setiap siswa perlu pula menyelidiki bilamana dirinya dapat belajar dengan hasil yang baik. Mata-mata pelajaran yang akan dipalajari diurutkan dari yang tersukar sampai yang termudah. Siswa hendaknya membiasakan diri untuk seketika mulai mengerjakan tugas-tugas yang berkorelasi dengan studi. Berkaitan dengan pengembagan kesadaran waktu, setiap siswa hendaknya menyadari ke mana berlalunya dan untuk apa waktu 24 jam sehari (atau 168 jam seminggu, 720 jam sebulan, 8760 setahun) yang dimilikinya. (Ebd., H. 170.) Adapun cara lain yang lebih sederhana mengenai pengelompokan waktu, menurut Slameto adalah dengan menggunakan dasar harian, yang terdiri dari 24 jam dengan perinciannya sebagai berikut. Tidur. 177 8 jam Makan, mandi, olah raga 177 3 jam Urusan pribadi dan lain-lain. 177 2 Marmelade Sisanya (a, b, c) untuk belajar 177 11 jam. (Slameto, Belajar Dan Faktor-Fakto yang Mempengaruhinya (Jakarta: Rineka Cipta, 2003), h. 83.) Cara-cara dalam pengelompokan waktu tersebut sangat bermanfaat bagi siswa dalam menentukan kegiatannya setiap hari sehingga tidak bajak waktu yang terbuang Percuma. c) Penjatahan waktu belajar. Setiap siswa perlu mengadakan prinsip belajar secara taratur. dan untuk belajar secara teratur setiap hari harus mempunyai rencana kerja. Agar siswa tidak bajak membuang waktu untuk memikirkan mata pelajaran yang akan dipekajari suatu saat dan apa yang harus dikerjakannya. Oleh karna itu Agar siswa tidak dihinggapi keraguan-keraguan terhadap apa yang hendak dipelajarinya maka ia harus punya rencana kerja atau daftar waktu dalam belajar. Adapun cara untuk membuat jadwal yang baik adalah sebagai berikut: Memperhitungkan waktu setiap hari untuk keperlua-keperluan tidur, belajar, makan, mandi, olah raga dan lain-lain. Menyelidiki dan menentukan waktu-waktu yang tersedia setiap hari. Merencanakan peggunaan belajar esu dengan cara menetapkan jenis-jenis mata pelajaran dan urutan-urutan yang harus dipelajari. Menyelidiki waktu-waktu Mana Yang dapat dipergunakan untuk belajar dengan hasil terbaik. (Alex, h. 83.) Adapun penjatahan waktu belajar siswa dapat dilakukan dengan membuat rencana belajar dalam bentuk jadwal belajar. Baik itu berupa jadwal belajar mingguan, harian, atuapun bulanan, dengan menentukan jumlah mata pelajaran yang akan dipelajarinya setiap hari serta menetapkan jadwalnya. Dimana setiap siswa dapat mengetahui sendiri pelajaran yang sulit ataupun mudah, sehingga dia dapat menentukan waktu yang sesuai atau cukup untuk mempelajarinya. Sejalan dengan hal tersebut, rencana belajar yang baik mempunyai manfaat atau paedah. Adapun manfaat atau paedahnya antara lain: Menjadi pedoman danpenuntun dalam belajar, sehingga perbuatan belajar menjadi lebih teratur dan lebih sistematis. Menjadi pendorong dalam belajar Menjadi alat bantu dalam belajar (OEMar Hamalik, Metoda Belajar Dan Kesulitan-Kesulitan Belajar (Bandung: Tarsito, 2005), h. 31-32.) D) Disziplin terhadap Tugas (1) Mengerjakan Tugas rumah Salah Satu Prinsip Belajar Adalah ulangan dan latihan. Sejalan dengan Pendapat Yang Mengatakan Bahwa. 8221Mengerjakan tugas dapat berupa pengerjaan tes atau ulangan atau ujian yang diberikan guru, tetapi juga termasuk membuat atau mengerjakan latihan-latihan yang ada dalam buku ataupun soal-soal buatan sendiri8221 (Slameto, Belajar Dan Faktor-Fakto yang Mempengaruhinya (Jakarta: Rineka Cipta, 2003) ), H. 87.). Berdasarkan pendapat tersebut di atas maka, tugas itu dapat berupa tes atau ulangan dan juga dapat berupa latihan-latihan soal atau pekerjaan rumah. jika siswa mempunyai kebiasaan untuk melatih diri mengerjakan soal-soal latihan serta mengerjakan pekerjaan rumah dengan disiplin, maka siswa tersebut tidak akan Terlalu kesulitan dalam belajarnya, serta dapat dengan mudah mengerjakan setiap pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru Ada beberapa petunjuk mengerjakan tugas dengan baik, baik itu berupa pekerjaan rumah atau latihan dari buku pegangan soal buatan sendiri, sebagai berikut: Siapkan terlebih dahulu peralatan dan buku-buku yang diperlukan, misalnya buku catatanm buku pegangan, ringkasan, rumus-rumus, daftar - Daftar yang lain, kertas, alat tulis, penggaris, jangka, penghapus dan lain-lain yang diperlukan. Tentukan berapa lama waktunya und ein akan mengerjakan tugas tersebut. Bacalah petunjuk terlebih dahulu dengan baik-baik, jika soal esu bukan buatan sendiri. Bacalah soalnya satu demi satu dari nomor satu sampai nomor terachhir Mulailah mengerjakan dengan memilih nomor yang paling mudah dulu, baru nomor yang lain dari nomor yang agak mudah sampai yang terahir. Jika mengalami kesulitan dalam mengerjakannya, lihatlah catatan atau buku pegangan atau ringkasan untuk mendapatkan tuntunan. Jika terpaksa tidak dapat mengerjakan lagi, catatlah soal itu dan di lain waktu mintalah petunjuk kepada orang lain, misalnya kepada kakak atau ayah, teman-teman atau kepada guru yang bersangkutan. Sesudah semua soal dikerjakan, periksalah kembali semua nomor jawaban itu Koreksilah jawaban itu dengan memakai kunci atau melihat ke buku catatan atau pegangan. Betulkan jawaban-jawaban yang salah Jika tugas itu harus dikumpulkan, salinlah dikertas yang baik dengan tulisan yang jelas dan rapi, jangan lupa menulis nama, kelas, mata pelajaran apa, dan hari atau tanggal berapa tugas itu diberikan atau dikumpulkannya. Jika Tugas Itu Sudah Dikembalikan, Periksa dan Betulkan Jawaban und ein Yang Salah. Jika tugas itu tidak dikumpulkan, salinlah jawaban yang sudah betul dan atau dikoreksi ke dalam buku latihan atau di kertas tersendiri untuk dipelajari lebih lanjut. Jika anda menyalinnya ke dalam kertas sendiri, bendellah menjadi satu untuk tiap-tiap mata pelajaran kemudian dibukukan atau dimasukkan ke dalam Karte. Simpanlah baik-baik pekerjaan itu, baik tugas dari guru muapun bukan (Ebd., H. 89-89) (2) Mengerjakan tugas di sekolah Adapun tugas di sekolah mencakup mengerjakan latihan-latihan tes atau ulangan harian, ulangan umum ataupun ujian, baik Yang tertulis maupun lisan Dalam menghadapi tugas-tugas di atas perlu dilaksanakan langkah-langkah persiapan sebagai berikut: Hindarilah belajar terlalu banyak pada saat-saat terahir mengerjakan tes (semua bahan hendaknya sudah siap jauh-jauh sebelumnya). Pelajarilah kembali bahan yang sudah pernah didapat secara teratur sehari atau dua hari sebelumnya. Buatlah suatu ringkasan atau garis besar tentang bahan yang sedang dipelajari kembali itu Pelajarilah juga latihan soal dan hasil tugas yang sudah pernah dikerjakan. Peliharalah kondisi kesehatan Konsentrasikan seluruh perhatian terhadap tugas yang akan ditempuh Siapkanlah segala alat atau perlengkapan-perlengkapan yang diperlukan dan jika diperlukan syarat-syarat tertentu, bereskanlah seawal mungkin (Ebd., H. 89-90.) (3) Disziplin terhadap tata tertib. Didalam proses balajar mengajar, disziplin terhadap tata tertib sangat penting untuk diterapkan, karna dalam suatu sekolah tidak memiliki tata tertib maka proses belajar mengajar tidak akan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana, Hal ini sesuai dengan pendapat yang menyatakan bahwa. 8221Peraturan tata tertib merupakan sesuatu untuk mengatur prilaku yang diharapkan terjadi pada diri siswa8221 (Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarja: Rineka Cipta, 1993), h. 122.). Antara peraturan dan tata tertib merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan sebagai pembentukan disziplin siswa dalam mentaati peraturan di dalam kelas maupun diluar kelas. Untuk melakukan disziplin terhadap tata tertib dengan baik, maka guru bertanggung jawab menyampaikan dan mengontrol berlakunya peraturan dan tata tertib tersebut. Dalam hal ini staf sekolah atau guru perlu terjalinnya kerja sama sehingga tercipta disziplin kelas dan tata tertip kelas yang baik tampa adanya kerja sama tersebut dalam pembinaan disziplin sekolah maka akan terjadi pelanggaran terhadap peraturan dan tata tertip sekolah serta terciptanya suasana balajar yang tidak diinginkan. Oleh karna itu ada beberapa hal yang harus dikembangkan oleh guru dalam pembinaan disiplin guna terlaksananya tata tertib dengan baik antara lain yaitu: Mengadakan perencanaan secara kooperatif dengan murid-murid yaitu demi terjaminnya hak dan kewajiban masing-masing dan demi tercapainya tujuan bersama. Mengebangkan kepemimpinan dan tanggung jawab kepada murid-murid. Membina organisasi dan prosedur kelas secara demokratis. Mengorganisir kegiatan kelompok besar maupun kecil Ich bin ein Mann, der sich in der Freundschaft befindet. Mitglied kesempatan untuk mengembangkan kepemimpinan dan kerja sama. Menciptakan kesempatan untuk mengembangkan sikap yang diinginkan secara sosial psikologis (Subari, Supervise Pendidikan (Dalam Rangka Perbaikan Situasi Belajar) (Jakarta: Bina Aksara, 1994), h. 168.). Dengan Demikian untuk terciptanya disiplin yang harmonis dan terciptanya disiplin dari siswa dalam rangka pelaksanaan peraturan dan tata tertib dengan baik, maka di dalam suatu lambaga atau lingkungan sekolah perlu menetapkan sikap disziplin terhadap siswa. Agar tercipta proses belajar mengajar yang baik. c. Tinjauan Tentang Prestasi Belajar 1) Pengertian prestasi Belajar. Prestasi belajar adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata, yakni 8221prestasi8221 dan 8221belajar8221. Antara kata 8221prestasi8221 dan 8221belajar8221 mempunyai arti yang berbeda. Oleh karna itu, sebelum pengertian 8221prestasi belajar8221 penulis akan mengemukakan pengertian dari masing-masing kata tersebut di atas sebelum kita memahami pengertian kata 8221prestasi belajar8221 secara utuh. (Djamarah, Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru (Surabaya, Usaha Nasional, 1994), h. 19) Wjs. Djamarah, Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru (Surabaya, Usaha Nasional, 1994), h. 19) Wjs. Poerwadaraminta berendapat dalam bukunya Djamarah, bahwa 8221prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan dan sebagainya) 8221 (Ebd., H. 20.) Dari pengertian prestasi di atas, terlihat perbedaan pada kata-kata tertentu sebagai penekanan, namu intinya sama. Sedangkan belajar adalah: 8221suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari8221 (Ibid, h. 21.) dan ada juga yang berpendapat bahwa. Belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan (Oemar Hamalik, Metoda Belajar Dan Kesulitan-Kesulitan Belajar (Bandung: Tarsito, 2005), h. 21) Jadi prestasi Belajar adalah 8221hasil penilaian pendidikan tentang kemajuan siswa setelah melakukan aktivitas belajar8221 (Djamarah, Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru, h. 24.) Dari pengertian prestasi belajar di atas, dapat dipahami bahwa fleut luas makna prestasi belajar yang bukan hanya berbentuk angka semata, akan tetapi Juga mencakup tentang perubahan tingkah laku Jadi prestasi belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil yang didapatkan oleh peserta didik yang berujut angka atau nilai dalam mata pelajaran IPS Ekonomi setelah proses belajar dilaksanakan. 2) Indikator prestasi Pada prinsipnya, pengungkapkan hasil belajar ideal meliputi ranah psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa. Namun demikian, pengungkapan perubahan tingkah laku seluruh ranah itu hususnya ranah rasa murid sangat sulit. Hal ini disebabkan perubahan hasil balajar itu ada yang bersipat tidak dapat diraba. Oleh karna itu, yang dapat dilakukan guru dalam hal ini adalah hanya mengambil cuplikan perubahan tingkah laku yang dianggap penting dan diharapkan dapat mencerminkan perubahan yang terjadi sebagai hasil belajar siswa, baik yang berdimensi cipta dan rasa maupun karsa. Bentuk perilaku sebagai tujuan, dapat digolongkan ke dalam tiga klasifikasi. Benyamin S. Bloon dan kawan-kawan menamakan hal ini dengan 8221Die Taxonomie der pädagogischen Objektives8221 taxonomi tujuan pendidikan. Bloon dkk, berpendapat bahwa tujuan pendidikan atau pengajaran dapat diklasifikasikan ke dalam 3 hal Domain (daerah), yaitu. Domain kongnitif, Domain afektif, Domain psiko-motor. (Muhammad Ali, Guru Dalam Proses Belajar Mengajar (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2007), h. 42) a) Domäne Kongnitif Domein kongnitif berkenaan dengan prilaku yang berkorelasi dengan berpikir, mengetahui dan memecahkan masalah Domain ini mempunyai 6 tingkatan. Tingkatan Yang Palaing Rendah Menunjukkan Kemampuan Yang Sederhana, Sedangkan Yang Paliang Tinggi Menunjukkan Pengetahuan Yang Cukup Kompleks. Tingkatan kemampuan itu diantaranya adalah sebagai berikut: b) Domain Afektif Domain afektif berkenaan dengan sikap, nilai-nilai, Interesse, apresiasi dan penyesuaian perasaan sosial. Seutelai mana kongnitif, afektif juga mempunyai klasifikasi tingkatan dari sederhana ke yang komleks. Tingkatan itu adalah: Kemauan menerima Kemauan menanggapi Berkeyakinan Penerapan karya Ketekunan dan ketelitian. Ibid, h.43-44 c) Domain Psiko-motor Domain psiko-motor mencakup tujuan berkaitan dengan keterampilan (Geschick) yang bersipat Handbuch dan motorik. Domain ini meliputi tingkatan sebagai berikut: Persepsi Kesiapan melakukan suatu kegiatan Mekanisme Respon terbimbing Kemahiran Adaptasi Originasi. Ibid, h.45 Dengan mengetahui indikator prestasi belajar, guru akan mengetahui bagai mana kiat menetapkan batas minimal keberhasilan belajar para siswanya. Hal ini penting karna mempertimbangkan batas terendah prestasi siswa yang dianggap berhasil dalam arti luas. Keberhasilan dalam arti luar berarti keberhasilan yang meliputi ranah cipta, rasa dan karsa manusia. D. Korelasi Konseptual Kedisisplinan Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa Kedisiplinan Sekolah erat hubungaannya dengan kerajinan siswa dalam sekolah dan juga dalam belajar. Kedisiplinan sekolah mencakup kedisiplinan Guru dalam mengajar dengan melaksanakan tata tertib, kedisiplinan pegawai atau karyawan dalam pekarjaan administrasi dan kebersihan atau keteraturan Kelas, Gedung sekolah halaman dan gelegen-gelegen, kedisiplinan kepala sekolah dalam mengegola seluruh staf beserta siswanya, dan kedisiplinan tim BP dalam pelayanannya kepada Siswa Seluruh staf sekolah yang mengikuti tata tertib dan bekerja dengan disziplin membuat siswa menjadi disziplin pula, selain itu memberi pangaruh yang positif terhadap belajarnya. Banyak Sekolah Yang Dalam Pelaksanaan Disziplinnya Kurang, Sehingga Mempengaruhi Sikap Siswa Dalam Belajar. Kurang bertanggung jawab karena bila tidak melaksanakan tugas tetap tidakada sanksi. Hal apapun yang dilakukan dalam proses belajar, siswa perlu disziplin untuk mengembangkan motivasi yang kuat. 8221Dengan demikian, agar siswa belajar lebih maju maka siswa harus belajar disziplin dalam belajar baik disekolah, rumah ataupun diperpustakaan. Agar siswa disiplin, harus guru beserta staf yang lain disiplin juga8221 (Slameto, Belajar dan Faktir-Faktoryang Mempengaruhinya (Jakarta: Rineka Cipta, 1987), h. 69.) Kedisiplan esu merupakan dasar untuk mencapai prestasi yang baik, karena kedisiplinan merupakan dasar untuk Memperoleh prestasi, terutama dalam mempelajari pelajaran bidang studi IPS Ekonomi. Oleh karna itu kedisiplinan sangat berperan terhadap prestasi belajar siswa. Dengan sikap disziplin akan membuat siswa memiliki kecakapan menangani cara belajar yang baik, juga merupakan suatu proses menuju pembentukan watak yang baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan sikap disiplin akan memungkinkan untuk memperoleh serta mendapatkan prestasi dari setiap individu yang beraktifitas, lebih-lebih dalam korelasinya dengan prestasi belajar. Pengertian Kedisiplinan Belajar Siswa DefinisiDalam kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari aktivitas atau kegiatan, kadang kegiatan itu kita lakukan dengan tepat waktu tapi kadang juga tidak. Kegiatan yang kita laksanakan secara tepat waktu dan dilaksanakan secara kontinyu, maka akan menimbulkan suatu kebiasaan. Kebiasaan dalam melaksanakan kegiatan secara teratur dan tepat waktulah yang biasanya krankheit disziplin dalam kehidupan sehari-hari. Disiplin diperlukan di manapun, karena dengan disziplin akan tercipta kehidupan yang teratur dan tertata. Untuk lebih memahami tentang disziplin, berikut akan diuraikan pengertian disziplin dari beberapa ahli. A) Menurut Lembaga Ketahanan Nasional Indonesien (Lemhanas) (1997: 12) disiplin adalah kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan suatu sistem yang mengharuskan orang tunduk kepada keputusan, perintah atau peraturan yang berlaku. B) Menurut Prijodarminto (1994) dalam Tuu (2004: 31) disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan berbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan keterikatan. C) Menurut Maman Rachman (1999) dalam Tuu (2004: 32) menyatakan disiplin sebagai upaya mengendalikan diri dan sikap mental individu atau masyarakat dalam mengembangkan kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan dan tata tertib berdasarkan dorongan dan kesadaran yang muncul dari dalam hatinya. D) Gordon (1996: 3-4) membedakan kata disziplin dengan mendisiplin Disziplin Biasanya diartikan Seychai Perilaku Dan Tata Tertib Yang Sesuai Dengan Peraturan Dan Ketetapan, Atau Perilaku Yang Diperoleh Dari Pelatihan, Seperti Disziplin Dalam Kelas Atau Disziplin Dalam Tim Bola Korb Yang Baik. Sedangkan kata mendisiplin didefinisikan sebagai menciptakan keadaan tertib dan patuh dengan pelatihan dan pengawasan dan menghukum atau mengenakan denda, membetulkan, menghukum demi kebiasaan. Dari uraian pengertian disiplin di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud disziplin adalah perilaku seseorang yang sesuai dengan tata tertib atau aturan yang berlaku baik yang muncul dari kesadaran dirinya maupun karena adanya sanksi atau hukuman. Dari Pengertian Disziplin Dan Pengertian Belajar Di Atas Maka Yang Dimaksud Disziplin Belajar Dalam Penelitian Ini Adalah Sikap Atau Tingkahlaku Siswa Yang Taat Dan Patuh Untuk Dapat Menjalankan Kewajibannya Untuk Belajar, Baik Belajar di Sekolah Maupun Belajar di Rumah. Indikator disiplin belajar dalam penelitian ini adalah: ketaatan terhadap tata tertib sekolah, ketaatan terhadap kegiatan belajar di sekolah, ketaatan dalam mengerjakan tugas-tugas pelajaran, dan ketaatan terhadap kegiatan belajar di rumah. Disziplin diperlukan oleh siapapun dan di manapun, begitupun seorang siswa dia harus disiplin baik itu disziplin dalam menaati tata tertib sekolah, disziplin dalam belajar di sekolah, disziplin dalam mengerjakan tugas, maupun disiplin dalam belajar di rumah, sehingga akan dicapai hasil belajar yang optimal. Disiplin berperan penting dalam membentuk einzeln yang berciri keunggulam. Menurut Tuu (2004: 37) disiplin penting karena alasan berikut ini: a. Dengan disiplin yang muncul karena kesadaran diri, siswa berhasil dalam belajarnya. Sebaliknya siswa yang kerap kali melanggar ketentuan sekolah pada umumnya terhambat optimisasi potensi dan prestasinya b. Tanpa disziplin yang baik, suasana sekolah dan juga kelas menjadi kurang kondusif bagi kegiatan pembelajaran. Secara Positiv Disziplin Memberi Dukungan Yang Tenang Dan Tertib Bagi Proses Pembelajaran c. Orang tua senantiasa berharap di sekolah anak-anak dibiasakan dengan norma norma, nilai kehidupan, dan disziplin Dengan Demikian Anak-Anak Dapat Menjadi Individu Yang Tertib, Teratur, Dan Disziplin. D. Disiplin merupakan jalan bagi siswa untuk sukses dalam belajar dan kelak ketika bekerja. Kentadaran pentingnya norma, aturan, kepatuhan, dan ketaatan merupakan prasarat kesuksesan seseorang Sedangkan menurut Maman Rachman (1999) dalam Tuu (2004: 35) pentingnya disiplin bagi para siswa adalah sebagai berikut: a. Mitgliedsbegleiterin Bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang b. Membantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan c. Cara menyelesaikan tuntutan yang ingin ditunjukan peserta didik terhadap lingkunganya d. Untuk mengatur keseimbangan keinginan individu satu dengan individu lainnya e. Menjauhi siswa melakukan hal-hal yang dilarang sekolah f. Mendorong siswa melakukan hal-hal yang baik dan benar g. Peserta didik belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik, positif dan bermanfaat baginya dan lingkungannya h. Kebiasaan baik itu menyebabkan ketenangan jiwanya dan lingkungannya Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa disziplin sangat penting dan dibutuhkan oleh setiap siswa. Disiplin yang tumbuh secara sadar akan membentuk sikap, perilaku, dan tata kehidupan yang teratur yang akan menjadikan siswa sukses dalam belajar. Fungsi disziplin sangat penting untuk ditanamkan pada siswa, sehingga siswa menjadi sadar bahwa dengan disziplin akan tercapai hasilbelajar yang optimal. Fungsi Disziplin Menurut Tuu (2004: 38-44) adalahsebagai berikut: a. Menata kehidupan bersama Manusia merupakan mahluk sosial. Manusia tidak akan bisa hidup tanpa batuan orang lain. Dalam kehidupan bermasyarakat sering terjadi pertikaian antara sesama orang yang disebabkan karena benturan kepentingan, karena manusia selain sebagai mahluk sosial ia juga sebagai mahluk individu yang tidak lepas dari sifat egonya, sehingga kadangkadang di masyarakat terjadi benturan antara kepentingan pribadi dengan kepentingan bersama. Di sinilah pentingnya disiplin untuk mengaur tata kehidupan manusia dalam kelompok tertentu atau dalam masyarakat. Sehingga kehidupan bermasyarakat akan tentram dan teratur. B. Membangun Kepribadian Kepribadian Adalah Keseluruhan Sifat, Tingkah Laku Yang Khas Yang Dimiliki Oleh Seseorang. Antara orang yang satu dengan orang yang lain mempunyai kepribadian yang berbeda. Lingkungan Yang berdisiplin baik sangat berpengaruh terhadap kepribadian seseorang. Apalagi seorang siswa yang sedang tumbuh kepribadiannya, tentu lingkungan sekolah yang tertib, teratur, tenang, dan tentram sangat berperan dalam membangun kepribadian yang baik. C. Melatih kepribadian yang baik Kepribadian yang baik selain perlu dibangun sejak dini, juga perlu dilatih karena kepribadian yang baik tidak muncul dengan sendirinya. Kepribadian yang baik perlu dilatih dan dibiasakan, sikap perilaku dan pola kehidupan dan disziplin tidak terbentuk dalam waktu yang singkat, namun melalui suatu proses yang membutuhkan waktu lama. Disiplin akan tercipta dengan kesadaran seseorang untuk mematuhi semua ketentuan, peraturan, dan noma yang berlaku dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Disiplin dengan motif kesadaran diri lebih baik dan kuat. Dangan melakukan kepatuhan dan ketaatan atas kesadaran diri bermanfaat bagi kebaikan dan kemajuan diri. Sebaliknya disiplin dapat pula terjadi karena adanya pemaksaan dan tekanan dari luar. Misalnya, ketika seorang siswa yang kurang disiplin masuk ke satu sekolah yang berdisiplin baik, maka ia terpaksa harus menaati dan mematuhi tata tertib yang ada di sekolah tersebut. Dalam suatu sekolah tentunya ada aturan atau tata tertib. Tata tertib ini berisi hal-hal yang positif dan harus dilakukan oleh siswa. Sisi lainnya berisi sanksi atau hukuman bagi yang melanggar tata tertib tersebut. Hukuman berperan sangat penting karena dapat memberi motifasi dan kekuatan bagi siswa untuk mematuhi tata tertib dan peraturan-peraturan yang ada, karena tanpa adanya hukuman sangat diragukan siswa akan mematuhi paraturan yang sudah ditentukan. F. Menciptakan lingkungan yang kondusif Disiplin di sekolah berfungsi mendukung terlaksananya proses kegiatan pendidikan berjalan lancar. Hal itu dicapai dengan merancang peraturan sekolah, yakni peraturan bagi guru-guru dan bagi para siswa, serta peraturan lain yang dianggap perlu. Kemudian diimplementasikan secara konsisten dan konsekuen, dengan demikian diharapkan sekolah akan menjadi lingkungan pendidikan yang aman, tenang, tentram, dan teratur. 5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi dan Membentuk Disiplin Perilaku disiplin tidak akan tumbuh dengan sendirinya, melainkan perlu kesadaran diri, latihan, kebiasaan, dan juga adanya hukuman. Bagi siswa disiplin belajar juga tidak akan tercipta apabila siswa tidak mempunyai kesadaran diri. Siswa akan disiplin dalam belajar apabila siswa sadar akan pentingnya belajar dalam kehidupannya. Penanaman disiplin perlu dimulai sedini mungkin mulai dari dalam lingkungan keluarga. Mulai dari kebiasaan bangun pagi, makan, tidur, dan mandi harus dilakukan secara tepat waktu sehingga anak akan terbiasa melakukan kegiatan itu secara kontinyu. Menurut Tuu (2004:48-49) mengatakan ada empat faktor dominan yang mempengaruhi dan membentuk disiplin yaitu: a) Kesadaran diri Sebagai pemahaman diri bahwa disiplin penting bagi kebaikan dan keberhasilan dirinya. Selain itu kesadaran diri menjadi motif sangat kuat bagi terwujudnya disiplin. Disiplin yang terbentuk atas kesadarn diri akan kuat pengaruhnya dan akan lebih tahan lama dibandingkan dengan disiplin yang terbentuk karena unsur paksaan atau hukuman. b) Pengikutan dan ketaatan Sebagai langkah penerapan dan praktik atas peraturan-peraturan yang mengatur perilaku individunya. Hal ini sebagai kelanjutan dari adanya kesadaran diri yang dihasilkan oleh kemampuan dan kemauan diri yang kuat. c) Alat pendidikan Untuk mempengaruhi, mengubah, membina, dan membentuk perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai yang ditentukan atau diajarkan. Seseorang yang taat pada aturan cenderung disebabkan karena dua hal, yang pertama karena adanya kesadarn diri, kemudian yang kedua karena adanya hukuman. Hukuman akan menyadarkan, mengoreksi, dan meluruskan yang salah, sehingga orang kembali pada perilaku yang sesuai dengan harapan. Lebih lanjut Tuu (2004:49-50) menambahkan masih ada faktorfaktor lain yang berpengaruh dalam pembentukan disiplin yaitu. Teladan adalah contoh yang baik yang seharusnya ditiru oleh orang lain. Dalam hal ini siswa lebih mudah meniru apa yang mereka lihat sebagai teladan (orang yang dianggap baik dan patut ditiru) daripada dengan apa yang mereka dengar. Karena itu contoh dan teladan disiplin dari atasan, kepala sekolah dan guru-guru serta penata usaha sangatberpengaruh terhadap disiplin para siswa. B. Lingkungan berdisiplin Lingkungan berdisiplin kuat pengaruhnya dalam pembentukan disiplin dibandingkan dengan lingkungan yang belum menerapkan disiplin. Bila berada di lingkungan yang berdisiplin, seseorang akan terbawa oleh lingkungan tersebut. C. Latihan berdisiplin Disiplin dapat tercapai dan dibentuk melalui latihan dan kebiasaan. Artinya melakuakn disiplin secara berulang-ulang dan membiasakannya dalam praktik-praktik disiplin sehari-hari. Sedangkan menurut Lemhanas (1997:15) terbentuknya disiplin karena alasan berikut. ein. Disiplin tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan harus ditumbuhkan, dikembangkan, dan diterapkan dalam semua aspek, menerapkan sanksi serta dengan bentuk ganjaran dan hukuman sesuai dengan amal perbuatan para pelaku. B. Disiplin seseorang adalah produk sosialisasi sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya, terutama lingkungan sosial. Oleh karena itu, pembentukan disiplin tunduk pada kaidah-kaidah proses belajar. C. Dalam membentuk disiplin ada pihak yang memiliki kekuasaan lebih besar, sehingga mampu mempengaruhi tingkah laku pihak lain karena tingkah laku yang diinginkannya. Menurut Arikunto (1990:137) dalam penelitian mengenai kedisiplinnannya membagi tiga macam indikator kedisiplinan, yaitu: 1) perilaku kedisiplinan di dalam kelas, 2) perilaku kedisiplinan di luar kelas di lingkungan sekolah, dan 3) perilaku kedsiplinan di rumah. Tuu (2004:91) dalam penelitian mengenai disiplin sekolah mengemukakan bahwa indikator yang menunjukan pergeseranperubahan hasil belajar siswa sebagai kontribusi mengikuti dan menaati peraturan sekolah adalah meliputi: dapat mengatur waktu belajar di rumah, rajin dan teratur belajar, perhatian yang baik saat belajar di kelas, dan ketertiban diri saat belajar di kelas. Sedangkan menurut Syafrudin dalam jurnal Edukasi (2005:80) membagi indikator disiplin belajar menjadi empat macam, yaitu: 1) ketaatan terhadap waktu belajar, 2) ketaatan terhadap tugas-tugas pelajaran, 3) ketaatan terhadap penggunaan fasilitas belajar, dan 4) ketaatan menggunakan waktu datang dan pulang. Berdasarkan uraian di atas, maka dalam penelitian ini penulis membagi indikator disiplin belajar menjadi empat macam, yaitu: a. Ketaatan terhadap tata tertib sekolah b. Ketaatan terhadap kegiatan belajar di sekolah c. Ketaaatan dalam mengerjakan tugas-tugas pelajaran d. Ketaatan terhadap kegiatan belajar di rumah Angket Kedisiplinan Siswa Disekolah Disiplin sekolah adalah usaha sekolah dalam memelihara prilaku siswa agar tidak menyimpang dan dapat mendorong siswa untuk sesuai norma, peraturan dan tata tertip yang berlaku di sekolah. Untuk menilai sejauh mana kedisiplinan siswa disekolah dapat dilihat dari kriteria disiplin sekolah dalam angket berikut : 1. Bacalah setiap daftar pernyataan dengan teliti 2. Semua jawaban tidak ada yang benar dan yang salah sehingga yang diharapkan adalah jawaban yang sesungguhnya dari anda 3. Beri tanda contreng ( ) pada salah satu pilihan jawaban yang menurut anda paling tepat dan sesuai dengan kondisi yang ada 4. Ada lima sekala yang digunakan dalam tiap pernyataan yaitu JS jarang sekali TP tidak pernah

No comments:

Post a Comment